Membeli ban bekas bisa jadi pilihan hemat, terutama jika anggaran terbatas. Namun, salah memilih justru bisa berbahaya — mobil jadi tidak stabil, mudah selip, bahkan meningkatkan risiko kecelakaan.
Supaya tidak tertipu, berikut panduan sederhana cara cek kondisi ban bekas sebelum membeli.
1️⃣ Cek Tahun Produksi Ban (Kode DOT)
Setiap ban memiliki kode produksi yang biasa tertera di dinding ban (sidewall). Biasanya berupa 4 digit angka, contoh:
2419
Artinya:
24 → minggu ke-24
19 → tahun 2019
👉 Rekomendasi:
Pilih ban yang usianya maksimal 4–5 tahun
Ban yang terlalu tua meski kelihatan mulus biasanya sudah keras dan kurang mencengkeram
Jika kode tidak terlihat, terhapus, atau disamarkan — lebih baik hindari.
2️⃣ Periksa Ketebalan Alur (Tread Depth)
Ban yang baik masih memiliki alur cukup dalam.
Cari tanda kecil di sela alur yang disebut TWI (Tread Wear Indicator).
Jika alur ban sudah sejajar dengan TWI → ban sebetulnya sudah habis
Jika alur masih jauh lebih dalam → kondisi lebih layak dipakai
👉 Hindari ban dengan alur sangat tipis karena:
mudah selip saat hujan
jarak pengereman lebih panjang
cepat aus kembali
3️⃣ Perhatikan Retak-Retak pada Dinding Ban
Ban bekas sering mengalami retak rambut (crack) karena panas, usia, atau penyimpanan buruk.
Periksa:
sisi samping ban
area dekat pelek
area dekat tapak
Jika banyak retakan, terutama yang dalam dan memanjang, sebaiknya jangan dibeli — risiko pecah ban lebih tinggi.
4️⃣ Cek Apakah Ada Benjolan
Benjolan menunjukkan struktur serat ban sudah rusak.
Ciri-cirinya:
ada tonjolan seperti balon
terasa berbeda saat diraba
biasanya muncul di sisi samping
Ban seperti ini sangat berbahaya karena bisa pecah kapan saja, terutama di kecepatan tinggi.
5️⃣ Lihat Apakah Ada Tambalan / Bekas Sobekan
Ban bekas mungkin pernah tertusuk atau robek.
Perhatikan:
bekas tambalan dalam
tambalan di sisi samping (sidewall) → sebaiknya hindari
bekas sobekan besar
Tambalan di tapak masih bisa dipertimbangkan (asal rapi), tapi tambalan di samping tidak disarankan karena area tersebut menahan beban terbesar.
6️⃣ Pastikan Tidak Ada Keausan Tidak Merata
Putar ban dan lihat permukaannya.
Waspadai jika:
satu sisi lebih botak
tapak bergerigi
ada gelombang
Ini biasanya terjadi karena:
spooring tidak benar
suspensi bermasalah
sering dipakai dengan tekanan angin tidak sesuai
Ban seperti ini akan cepat rusak lagi.
7️⃣ Periksa Kekerasan Karet
Ban yang terlalu tua biasanya menjadi keras.
Cara simpel mengecek:
tekan tapak ban dengan kuku
jika terasa kaku dan keras, daya cengkeram akan turun
Ban keras kurang aman terutama di jalan basah.
8️⃣ Cocokkan Ukuran dan Spesifikasi
Pastikan ukuran sesuai dengan rekomendasi kendaraan:
Perhatikan:
ukuran (misal: 205/55 R16)
indeks beban
indeks kecepatan
Menggunakan ban tidak sesuai spesifikasi bisa mempengaruhi:
kenyamanan
kestabilan
keselamatan
Tips Tambahan Saat Membeli Ban Bekas
✔ beli di tempat yang terpercaya
✔ tanyakan riwayat pemakaian (mobil pribadi, niaga, atau bekas rental)
✔ bandingkan beberapa ban — jangan langsung beli pertama yang dilihat
✔ jika ragu, lebih baik pilih ban baru kelas menengah
Kesimpulan
Ban bekas memang bisa menghemat biaya, tetapi harus dicek dengan teliti. Perhatikan:
usia ban
ketebalan alur
kondisi retak, benjol, dan tambalan
keausan merata atau tidak
kekerasan karet dan spesifikasi
Jika setelah dicek kondisinya dirasa tidak aman, lebih baik cari pilihan lain.
