Selasa, 06 Januari 2026

Cara Cek Kondisi Ban Bekas Sebelum Membeli

Membeli ban bekas bisa jadi pilihan hemat, terutama jika anggaran terbatas. Namun, salah memilih justru bisa berbahaya — mobil jadi tidak stabil, mudah selip, bahkan meningkatkan risiko kecelakaan.

Supaya tidak tertipu, berikut panduan sederhana cara cek kondisi ban bekas sebelum membeli.


1️⃣ Cek Tahun Produksi Ban (Kode DOT)

Setiap ban memiliki kode produksi yang biasa tertera di dinding ban (sidewall). Biasanya berupa 4 digit angka, contoh:

2419

Artinya:

  • 24 → minggu ke-24

  • 19 → tahun 2019

👉 Rekomendasi:

  • Pilih ban yang usianya maksimal 4–5 tahun

  • Ban yang terlalu tua meski kelihatan mulus biasanya sudah keras dan kurang mencengkeram

Jika kode tidak terlihat, terhapus, atau disamarkan — lebih baik hindari.


2️⃣ Periksa Ketebalan Alur (Tread Depth)

Ban yang baik masih memiliki alur cukup dalam.

Cari tanda kecil di sela alur yang disebut TWI (Tread Wear Indicator).

  • Jika alur ban sudah sejajar dengan TWI → ban sebetulnya sudah habis

  • Jika alur masih jauh lebih dalam → kondisi lebih layak dipakai

👉 Hindari ban dengan alur sangat tipis karena:

  • mudah selip saat hujan

  • jarak pengereman lebih panjang

  • cepat aus kembali


3️⃣ Perhatikan Retak-Retak pada Dinding Ban

Ban bekas sering mengalami retak rambut (crack) karena panas, usia, atau penyimpanan buruk.

Periksa:

  • sisi samping ban

  • area dekat pelek

  • area dekat tapak

Jika banyak retakan, terutama yang dalam dan memanjang, sebaiknya jangan dibeli — risiko pecah ban lebih tinggi.


4️⃣ Cek Apakah Ada Benjolan

Benjolan menunjukkan struktur serat ban sudah rusak.

Ciri-cirinya:

  • ada tonjolan seperti balon

  • terasa berbeda saat diraba

  • biasanya muncul di sisi samping

Ban seperti ini sangat berbahaya karena bisa pecah kapan saja, terutama di kecepatan tinggi.


5️⃣ Lihat Apakah Ada Tambalan / Bekas Sobekan

Ban bekas mungkin pernah tertusuk atau robek.

Perhatikan:

  • bekas tambalan dalam

  • tambalan di sisi samping (sidewall) → sebaiknya hindari

  • bekas sobekan besar

Tambalan di tapak masih bisa dipertimbangkan (asal rapi), tapi tambalan di samping tidak disarankan karena area tersebut menahan beban terbesar.


6️⃣ Pastikan Tidak Ada Keausan Tidak Merata

Putar ban dan lihat permukaannya.

Waspadai jika:

  • satu sisi lebih botak

  • tapak bergerigi

  • ada gelombang

Ini biasanya terjadi karena:

  • spooring tidak benar

  • suspensi bermasalah

  • sering dipakai dengan tekanan angin tidak sesuai

Ban seperti ini akan cepat rusak lagi.


7️⃣ Periksa Kekerasan Karet

Ban yang terlalu tua biasanya menjadi keras.

Cara simpel mengecek:

  • tekan tapak ban dengan kuku

  • jika terasa kaku dan keras, daya cengkeram akan turun

Ban keras kurang aman terutama di jalan basah.


8️⃣ Cocokkan Ukuran dan Spesifikasi

Pastikan ukuran sesuai dengan rekomendasi kendaraan:

Perhatikan:

  • ukuran (misal: 205/55 R16)

  • indeks beban

  • indeks kecepatan

Menggunakan ban tidak sesuai spesifikasi bisa mempengaruhi:

  • kenyamanan

  • kestabilan

  • keselamatan


Tips Tambahan Saat Membeli Ban Bekas

✔ beli di tempat yang terpercaya
✔ tanyakan riwayat pemakaian (mobil pribadi, niaga, atau bekas rental)
✔ bandingkan beberapa ban — jangan langsung beli pertama yang dilihat
✔ jika ragu, lebih baik pilih ban baru kelas menengah


Kesimpulan

Ban bekas memang bisa menghemat biaya, tetapi harus dicek dengan teliti. Perhatikan:

  • usia ban

  • ketebalan alur

  • kondisi retak, benjol, dan tambalan

  • keausan merata atau tidak

  • kekerasan karet dan spesifikasi

Jika setelah dicek kondisinya dirasa tidak aman, lebih baik cari pilihan lain.

Tinggalkan Komentar

Contact Us

Dealer Daihatsu Jombang

Jl. Jayanegara No.30D, Gatul, Banjaragung, Kec. Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur 61363
© Daihatsu Jombang - Supported and Developed by Farihtech.com with ♥